Selasa, 12 Januari 2016

Donat Kentang a La Mama

Bismillah...

Betapa bahagianya hati ini saat tak sengaja menemukan buku catatan kecil yang berdebu, yang selama ini ga pernah kelihatan sejak pindahan ke rumah baru beberapa tahun yang lalu. Di buku ini, dulu sempat mencatat beberapa resep kue yang berhasil dimasak di zaman duluuuuuu banget, waktu masih sekolah. Ada juga beberapa resep yang didapat dari kemasan tepung terigu, margarin, gula, cokelat, dan entah apa lagi, hehe... Dan salah satu resep yang tercatat di dalamnya adala resep donat kentang a la mama. Kata mama dulu resepnya didapat dari salah satu tabloid wanita jaman mama masih jadi mamah muda, and you know what? Sekarang si mama udah jadi opung-opung lho.. Jadi, resep ini umurnya udah tuiiiir.. hihi..

Dulu, resep ini jadi andalan mama kalo lagi ada arisan atau pengajian di rumah. Keluarga semua suka, mulai dari yang keciiiil sampai yang tua. Dan waktu saya SD saya sempat jualan donat kentang ini ke temen-temen sekolah, ada juga yang dititipin sama ibu kantin. Saya lupa dulu harganya berapa yaaa.. tapi yang jelas dijual di atas harga donat di pasaran, karena bahan-bahan yang dipakai adalah bahan-bahan berkualitas yang juga kita pakai untuk makan di rumah. Mama sempat takut ga laku, tapi ternyata walaupun harganya lebih mahal dari donat biasa peminatnya lumayan banyak lho, bahkan sebagian guru juga ikut beli. Mungkin, karena dulu donat kentang belum sepopuler sekarang ya.. Selain donat, saya juga jualan pop corn dan keripik singkong buatan mama. Ternyata bakat jualan emang uda muncul dari kecil ya.. Hmm.. jadi nostalgia :)

Nah, sekarang saya pun udah jadi emak-emak, sudah mulai rajin nguprek-nguprek di dapur, dan pas ketemu resep ini rasanya langsung ada semangat yang mendorong untuk segera eksekusi donat kentang ini. Dan karena 1 resep ini hasilnya cukup banyak, jadi sebagian adonan saya coba untuk dipanggang di oven, and surprisingly, hasilnya jadi roti kentang yang empuk, sama enaknya dengan donat yang digoreng. Alhamdulillah..



Dulu ga ngerti kenapa donatnya selalu ada cincin putihnya di tengah,
belakangan ini baru tau kalo cincin putih itulah ciri khas donat..

Donat Kentang a La Mama

Bahan:
300gr kentang, kukus, haluskan
100gr gula pasir
100gr margarin
800-900gr tepung terigu protein tinggi
5 butir kuning telur
200 ml air kelapa
8-9gr ragi instan
Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:

  • Campurkan ragi dengan air kelapa, aduk rata, sisihkan.
  • Kocok gula pasir, margarin, dan kuning telur dengan mixer sampai gula larut.
  • Tambahkan kentang kukus dan lanjutkan mengocok hingga rata, matikan mixer.
  • Tambahkan terigu dan aduk rata hingga berbulir-bulir (kita bisa memulai dengan 800gr terigu terlebih dulu).
  • Masukkan air kelapa yang sudah bercampur ragi, saat ini kondisi air dan kelapa berbusa, pertanda bahwa ragi aktif. Masukkan sedikit demi sedikit sambil diuleni.
  • Perhatikan kondisi adonan, jika lembek, tambahkansisa  terigu sedikit demi sedikit bergantian dengan air kelapa, sampai air habis. Uleni sampai kalis. (Tadi total saya menggunakan 860gr terigu, pernah sampai mencapai 900gr, pernah hanya 800gr saja, tergantung kelembapan terigunya).
  • Istirahatkan adonan 15 menit saja agar adonan lebih mudah dibentuk.
  • Timbang adonan masing-masing seberat 50gr, bulatkan, ratakan dengan telapak tangan, lalu buat lubang, saya menggunakan tutup botol air mineral untuk membuat lubang.
  • Istirahatkan kembali adonan sampai mengembang 2x lipat.
  • Goreng donat dalam minyak yang banyak yang telah dipanaskan, gunakan api kecil saja, jika sisi bawah telah berwarna cokelat, balikkan donat dan goreng sampai matang.
  • Dinginkan donat, lalu beri topping sesuai selera.

Di rumah, anak saya, Uwais, lebih senang memakan donat ini polos saja tanpa diberi topping. Dulu, donat ini saya jual hanya dengan bertabur gula halus dan diberi topping meises. Kemarin, saya lupa mendokumentasikan donat yang sudah diberi topping. Teringat keesokan harinya saat melihat donat yang tersisa tinggal 1 buah, itupun sudah digigit Uwais hehe..



Gelap ya fotonya.. Maklum ya fotonya cuma pake handphone.. hihi..


Ini adalah hasil adonan yang dipanggang, jadi Rilakuma Potato Buns
yang kekurangan telinga karena adonannya habis.. Lucu juga yaa..


Ini serat rotinya.. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar